PAPER KURIKULUM SEBAGAI TERBENTUKNNYA KETERATURAN SOSIAL

PAPER KURIKULUM SEBAGAI MEKANISME TERBENTUKNNYA KETERATURAN SOSIAL ABSTRAK Pada dasarnya setiap manusia sebagai individu tidak dapat hidup sendiri, manusia hidup membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya, sehingga penting adanya hubungan yang harmonis antar sesama individu dalam masyarakat, agar tercapainya keteraturan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan agar masyarakat dapat berkembang lebih maju ke arah yang lebih baik. Kurikulum dibentuk agar tercapainya keteraturan sosial dalam masyarakat sehingga dalam berhubungan sosial masyarakat saling menjalankan tugasnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kurikulum dibentuk untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat karena menurut pandangan pendekatan fungsional masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana didalamnya terdapat bagian-bagian yang dibedakan, bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi yang masing-masing saling membuat sistem menjadi seimbang, karena dalam pembentukan kurikulum harus sesuai dengan kultur dan budaya , norma, nilai yang ada dalam masyarakat sekitar, agar output yang dihasilkan dapat bermannfaat dalam masyarakat, jika kurikulum sekolah tidak sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat dan negara maka output yang dihasilkan tersebut akan sia-sia dan tidak bermakna bagi masyarakat dan negara tersebut. Kurikulum memuat indikator-indikator pengajaran nilai-nilai moral dan kesusilaan serta agama kepada siswa agar mereka nantinya mempunyai sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sosialnya. Kurikulum juga menanamkan cita-cita dan harapan dan pengetahuan yanng diinginkan oleh masyarakat agar terdapat perubahan dan perbaikan-perbaikan yang akan terjadi kedepannya.Pengajaran yanng menanamkan nilai, norma, dan kepercayaan kepada murid dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan tertib yang tujuan akhirnnya yaitu keteraturan sosial. Pendidikan dapat mencerminkan masyarakat sekaligus dapat menginspirasi terjadinnya perubahan sosial yang dampaknya dapat mengganggu keseimbangn masyarakat, maka kurikulum dibentuk untuk mengarahkan pengajaran agar tercapainya tujuan pendidikan nasional dan keteraturan sosial. Kurikulum menjadi sarana penting untuk menopang berlangsungnya sistem pendidikan yang harmonis dalam sebuah masyarakat. Karena kurikulum berhubungan dengan masyarakat sebagai unsur sosial maka dalam pembuatannya pun mempertimbangkan landasan sosial maka akan tercapainya keteraturan sosial tersebut. Kata kunci : kurikulum, keteraturan sosial, pendidikan.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya setiap manusia sebagai individu tidak dapat hidup sendiri, manusia hidup membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya, sehingga penting adanya hubungan yang harmonis antar sesama individu dalam masyarakat, agar tercapainya keteraturan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan agar masyarakat dapat berkembang lebih maju ke arah yang lebih baik. Kurikulum dibentuk agar tercapainya keteraturan sosial dalam masyarakat sehingga dalam berhubungan sosial masyarakat saling menjalankan tugasnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kurikulum dibentuk untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat karena menurut pandangan pendekatan fungsional masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana didalamnya terdapat bagian-bagian yang dibedakan, bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi yang masing-masing saling membuat sistem menjadi seimbang, karena dalam pembentukan kurikulum harus sesuai dengan kultur dan budaya , norma, nilai yang ada dalam masyarakat sekitar, agar output yang dihasilkan dapat bermannfaat dalam masyarakat, jika kurikulum sekolah tidak sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat dan negara maka output yang dihasilkan tersebut akan sia-sia dan tidak bermakna bagi masyarakat dan negara tersebut.   B. Rumusan Masalah 1. Apa definisi dari pendekatan fungsional dan bagaimana kurikulum menurut pendekatan fungsional ? 2. Bagaimana kurikulum menjadi arena keteraturan sosial? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui definisi dari pendekatan fungsional dan bagaimana kurikulum menurut pendekatan fungsional. 2. Untuk mengetahui bagaimana kurikulum menjadi arenaketeraturan sosial. D. Manfaat Pembelajaran 1. Untuk menambah wawasan para pembaca agar lebihmengetahui tentang definisi dari pendekatan fungsional, kurikulum menurutpendekatan fungsional, dan bagaimana kurikulum menjadi arena keteraturan sosial. 2. Sebagai baha acuan pembuatan paper yang baik.   PEMBAHASAN A. Pendekatan Fungsional Dan kurikulum Menurut Pendekatan Fungsional 1. Pendekatan Fungsional Rakhmat Hidayat (2013:91) dalam buku pengantar sosiologi kurikulum menjelaskan sebagai berikut. Pendekatan fungsional atau sering disebut juga struktural fungsional adalah sebuah pendekatan yang menjelaskan masyarakat sebagai sebuah struktur yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, fungsionalisme menempatkan masyarakat secara keseluruhan dalam hal fungsi dari unsur-unsur pembentuknya yaitu norma-norma, kebiasaan, tradisi dan institusi. Tokoh-tokoh yang pertama kali mencetuskan fungsional yaitu Auguat Comte, Herbert Spencer, dan Emile Durkheim. Pendekatan ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran biologis yang menganggap masyarakat sebagai organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan. Bahwa manusia secara hakiki adalah makhluk sosial yang sejak lahir membutuhkan pergaulan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologisnya. Pendekatan ini tujuan akhirnya mencapai keteraturan sosial (social order). Pada dasarnya manusi tidak dapat hidup sendiri tanpa lingkungan psikisatau rohaninya walaupun secara biologis-fisiologis manusia mungkin dapat mempertahankan dirinya pada tingkat kehidupan vegetatif. Misalnya saja pada anak-anak, ia mulai mengerti bahwa dalam kelompok bermainnya terdapat peraturan-peraturan tertentu, norma-norma sosial yang seharusnya ia patuhi dengan rela guna dapat melanjutkan hubungan-hubungan selanjutnya dengan kelompok secara lancar. Ia pun turut membentuk norma-norma pergaulan yang sesuai dengan interaksi kelompok. Norma-norma yang mulanya tidak terdapat padadiri masing masing individu itu sendiri lambat laun diberikan bahkan kerap kali dipaksakan oleh masyarakat terhadap individu itu, menurut durkheim (Gerungan, 2004: 39). Perintis pendekatan fungsional adalah Emile Durkheim yanng dipengaruhi oleh August Comte dan H. Spencer. Dimulai dari teori evolusi Darwin, Spencer mengeluarkan teorinya yang dinamakan survival of the fittest. Teorinya menggambarkan bahwa manusia bagaikan makhluk hidup lainnya didunia dimana yang kuat itulah yang akan bertahan dan yang lemah akan menemui ajalnya. Seperti pemikiran Spencer dan Comte, Emile Durkheim juga memiliki pemikiran mengenai evolusi dari masyarakat, yaitu dari masyarakat solidaritas mekanik yang primitif dimana komunitas yang homogen hidup bersama tumbuh menuju solidaritas organisyang semakin heterogen, setiap orang lebih individual, dan hubungan sosial yang terjalin didasari kebutuhan dasar tiap orang. Di karyanya The division of labor in society (1893-1964) ia menyimpulkan bahwa masyarakat dipersatukan terutama oleh fakta sosial berupa ikatan moralitas bersama yang disebut juga kesadaran kolektif. 2. Kurikulum Menurut Pendekatan Fungsional Rakhmat Hidayat (2013:91) dalam buku pengantar sosiologi kurikulum menjelaskan sebagai berikut. Emile Duekheim (1858-1917) dikenal sebagai perintis sosiologi pendidikan. Durkheim menghasilkan berbagai karya akademik yang sangat berpengaruh dalam dunia sosiologi. Durkheim adalah sosiologi pertama yang secara sistematis menjelaskan keterkaitan pendidikan dengan masyarakat (Saha dan Zubrzycki, 1997: 11). Hal ini tertuang dalam dua buku klasiknya yang membahas pendidikan yaitu Education and Sociology (1922) dan Moral Education (1925). Ia memiliki peran signifikan dalam sistem pendidikan di Prancis khususnya universitas. Durkheim juga menjadi tokoh kunci dalam reorganisasi sistem universitas. Durkheim terus memperbarui sistem sekolah di Prancis dan memperkenalkan studi ilmu-ilmu sosial dalam kurikulumnya. Perhatian Durkheim sangat besar terhadap pendidikan Durkheim banyak bekerja untuk melatih guru sekolah di Prancis. Tujuannya agar guru-guru tersebut menggunakan kemampunnya untuk menciptakan kurikulum untuk mengembangkan sosiologi diajarkan seluas mungkin. Gurr memiliki peranan penting dalam sekolah karena menanamkan cita-cita dan pengetahuan masyarakat pada siswa mereka. Durkheim percaya dengan penyampaian metode dan isi pengajaran yang menanamkan nilai, norma, kepercayaan kepada murid dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan tertib. Tujuannya adalah menciptakan keteraturan sosial. Keteraturan sosial adalah masyarakat yang dicita-citakan. Pendidikan merupakan aspek penting, karena dalam pendidikan dapat mencerminkan masyarakat sekaligus dapat mengantisipasi terjadinya perubahan sosial yang dampaknya dapat mengganggu keseimbangan masyarakat. Menurut Parsons individu berinteraksi satu dengan yang lain melalui media struktur sosial. Mereka menerima standar umum evaluasi, yang merupakan standar moral atau “norma”. Keteraturan sosial pada hakkatnya adalah suatu hubungan yang serasi dan sepadan antara interaksi nilai, norma sosial dan sosial. Yang artinya hak dan juga kewajiban dalam suatu interaksi sosial diwujudkan dan juga disama ratakan dengan nilai dan norma serta peraturan yang berlaku dalam suatu masyarakat. Durkheim melihat generasi tua memiliki peran dan tanggung jawab untuk mengajarkan kepada anak-anak muda tentang kehidupan sosial. Akan tercipta transmisi kebudayaan di dalam masyarakat. Durkheim juga menjelaskan bahwa di setiap masyarakat selalu mengadopsi pendidikan untuk menyesuaikan dengan nilai dan tujuannya. Melalui kurikulum yang diajarkan Durkheim di sekolah pendidikan akan mempersiapkan murid-murid untuk mengantisipasi kondisi di masa yang akan datang. Pendidikan melalui praktik kurikulum di sekolah akan menghasilkan individu dewasa yang ideal untuk masyarakat. durkheim menjalskan ada sistem keseluruhan aturan-aturan di sekolah yang mewajibkan seorang murid harus datang ke kelas secara teratur. Ia harus tiba pada waktu tertentu. Murid itu harus mematuhi peraturan yang ada di kelas dan tidak boleh mengganggu hal-hal dikelas. Murid itu juga harus mengerjakan tugasnya dan melatih disiplin dalam suasana belajar sehari-hari. Melalui pendidikan individu disosialisasikan untuk menyesuaikan diri. Pendidikan mendukung keberadaan ekonomi masyarakat dengan cara menanamkan keterampilan teknik tertentu dan persyaratan dan memisahkan pekerja potensi berbagai titik masuk ke pasar tenaga kerja. Pentingnya sekolah untuk menginternalisasikan nila-nilai sosial dan norma-norma kepada anak-anak jika keluarga tidak mampu melakukannya. B. Bagaimana Kurikulum Menjadi Arena Keteraturan Sosial Pada dasarnya setiap manusia sebagai individu tidak dapat hidup sendiri, manusia hidup membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya, sehingga penting adanya hubungan yang harmonis antar sesama individu dalam masyarakat, agar tercapainya keteraturan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan agar masyarakat dapat berkembang lebih maju ke arah yang lebih baik. Kurikulum dibentuk agar tercapainya keteraturan sosial dalam masyarakat sehingga dalam berhubungan sosial masyarakat saling menjalankan tugasnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kurikulum dibentuk untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat karena menurut pandangan pendekatan fungsional masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana didalamnya terdapat bagian-bagian yang dibedakan, bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi yang masing-masing saling membuat sistem menjadi seimbang. Karena dalam pembentukan kurikulum harus sesuai dengan kultur dan budaya , norma, nilai yang adadalam masyarakat sekitar, agar output yang dihasilkan dapat bermannfaat dalam masyarakat, jika kurikulum sekolah tidak sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat dan negara maka output yang dihasilkan tersebut akan sia-sia dan tidak bermakna bagi masyarakat dan negara tersebut. Kurikulum memuat indikator-indikator pengajaran nilai-nilai moral dan kesusilaan serta agama kepada siswa agar mereka nantinya mempunyai sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sosialnya. Kurikulum juga menanamkan cita-cita dan harapan dan pengetahuan yanng diinginkan oleh masyarakat agar terdapat perubahan dan perbaikan-perbaikan yang akan terjadi kedepannya. Pengajaran yanng menanamkan nilai, norma, dan kepercayaan kepada murid dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan tertib yang tujuan akhirnnya yaitu keteraturan sosial. Pendidikan dapat mencerminkan masyarakat sekaligus dapat menginspirasi terjadinnya perubahan sosial yang dampaknya dapat mengganggu keseimbangn masyarakat, maka kurikulum dibentuk untuk mengarahkan pengajaran agar tercapainya tujuan pendidikan nasionaldan keteraturan sosial. Kurikulum menjadi sarana penting untuk menopang berlangsungnya sistem pendidikan yang harmonis dalam sebuah masyarakat. Misalnya jika pemerintah menetapkan peraturann pemerintah tentang pelaksanaan suatu kurikulum disuatu negara agar output nya sesuai yang diharapkan dan dicita-citakan disitu merupakan sebuah langkah untuk mencapai keteraturan. Namun jika dalam pelaksanaannya terdapat kesenjangan berupa tidak meratanya penerapan kurikulum dalam setiap daerah maka yang salah yaitu kesiapan dalam pelaksanaannya, namun pada hakikatnya pemerintah tetap mengutamakan terlaksananya penerapan kurikulum yang merata. Karena kurikulum berhubungan dengan masyarakat sebagai unsur sosial maka dalam pembuatannya pun mempertimbangkan landasan sosial maka akan tercapainya keteraturan sosial tersebut. Contohnya dalam syarat penerimaan lapangan pekerjaan disuatu perusahaan mewajibkan para pelamarnya mempunyai gelar S1, maka apabila ada seseorang yang mempunyai skill lebih baik dari pada yang bergelar S1 maka tidak bisa melamar pekerjaan pada perusahaan tersebut. Hal ini merupakan upaya untuk tercapainya keteraturan sosial yaitu pencapaian pendidikan yang lebih baik lagi dan agar mereka yang mempunyai skill lebih terasah dan dikembangkan lebih baik lagi. Sehingga dalam masyarakat terjadi keteraturan. Pernyataan tersebut yang menjadikan alasan kuat bahwa kurikulum merupakan arena pembentukan keteraturan sosial, yang perwujudannya merupakan suatu keberhasilan dari pengembangan suatu kurikulum dalam sebuah negara itu berhasil dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat suatu bangsa tersebut.     SIMPULAN Kurikulum menjadi sarana penting untuk menopang berlangsungnya sistem pendidikan yang harmonis dalam sebuah masyarakat. Kurikulum dibentuk untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat karena menurut pandangan pendekatan fungsional masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana didalamnya terdapat bagian-bagian yang dibedakan, bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi yang masing-masing saling membuat sistem menjadi seimbang, yang kuncinya terletak pada ada akses dan kesempatan yang adil dalam pelaksanaan pendidikan. Kaum fungsionalis sebagaimana juga dijelaskan oleh Emile Durkheim selalu berpegang pada tesis adanya hubungan antara pendidikan dan ekonomi. Sebuah sistem pendidikan akan mengalami gangguan fungsi jika setiap individu tidak diberi peran yang sesuai. Bertahannya sistem pendidikan itulah yang ditetntykan bagaimana instruksi dan isi pengajaran yang diajarkan oleh guru kepada murid-muridnya di dalam kelas. Jika kurikulum dapat berjalan sesuai dengan fungsinya, maka akan menghasilkan sistem pendidikan yang terintegrasi. Dengan kata lain, kurikulum menjadi sarana penting untuk menopang berlangsungnya sistem pendidikan yang harmonis dalam sebuah masyarak   DAFTAR PUSTAKA Hidayat, rakhmat, 2013. Pengantar Sosiologi Kurikulum. Jakarta: Rajawali teks. Saha, L,J dan J. Zubrzycki, 1997, Classical Sociological Theories of Education in Saha Lawrence J (Ed), 1997, International Encyclopedia of the Sociology of Education, Exeter: Pergamon.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Observasi TV KU UDINUS