OBSERVASI TEORI BELAJAR
LAPORAN HASIL OBSERVASI
PEMBELAJARAN MATA KULIAH BAHASA INDONESIA
ROMBEL 104 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Belajar
Dosen Pengampu Drs. Sukirman, M. Pd. & Dra. Istiyarini, M. Pd.
Disusun oleh :
Tirami Widyawati/ 1102413018
Risqi Yuliati/ 1102416041
Rombel 01
JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan banyak limpahan rahmat dan karunia, sehingga laporan hasil observasi dengan judul “Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia Rombel 104 Universitas Negeri Semarang” dapat terselesaikan
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sukirman dan Ibu Istiyarini selaku dosen pengampu mata kuliah teori belajar. Tidak lupa pula kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulisan makalah ini.
Penulis sangat menyadari bahwa di dalam penulisan dan penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun penulis butuhkan dalam perbaikan penulisan dikemudian hari.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberi kebermanfaatan bagi para pembaca.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Semarang, 30 Mei 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB 1 PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Rumusan Masalah 2
1.3. Tujuan 2
BAB 2 PEMBAHASAN 3
2.1. Gambaran Observasi . 3
2.2. Kegiatan Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia 4
2.3. Hambatan Kegiatan Pembelajaran 5
2.4. Metode Pembelajaran Kaitannya dengan Teori Belajar 6
BAB 3 PENUTUP 8
3.1. Simpulan 8
3.2. Saran 8
DAFTAR PUSTAKA 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Belajar merupakan bagian proses dari pendidikan. Karena belajar merupakan pengubahan perilaku dari setiap hal yang dikerjakan seseorang. Setiap orang pastinya mengalami belajar dengan disadari atau tidak disadari. Kegiatan belajar bisa dilakuka dimana saja, kapan saja dan dengan oleh siapa saja dalam bentuk formal maupun informal. Dalam lingkup formal Efektivitas belajar yang terdapat pada sekolah tidak serta merta dipengaruhi oleh peserta didik, melainkan beberapa faktor seperti guru, lingkungan dan lain sebagainya. Dalam segi pendidik haruslah mampu mendayagunakan kemampuan dalam menciptakan kenyamanan agar memunculkan motivasi belajar.
Dalam pendidikan maka erat kaitannya dengan proses pembelajaran tentunya memerlukan metode yang tepat agar materi yang di sampaikan dapat mudah diterima oleh peserta didik. Sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai lebih mudah pula. Namun, dalam setiap mata kuliah penerapan metode pendidikan dengan teori yang berbeda-beda karena ini menyesuaikan dengan esensi dari setiap mata kuliah. Keterbatasannya kemampuan mahasiswa dalam memotivasi dirinya dalam belajar, maka menuntut dosen dalam penerapan metode yang didasarkan pada teori-teori belajar, sehingga penulis melakukan observasi pembelajaran pada mata kuliah Bahasa Indonesia di rombel 104 Universitas Negeri Semarang untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran berlangsung dan menggunakan teori apa saja dalam pengaplikasian metode pendidikan guna meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
1.2. Rumusan Masalah?
1. Bagaimanakan kegiatan pembelajaran mata kuliah Bahasa Indonesia di rombel 104 Universitas Negeri Semarang?
2. Apa saja hambatan dalam kegiatan pembelajaran?
3. Bagaimanakah metode pembelajaran yang digunakan?
1.3. Tujuan Observasi
Berdasarkan latar belakang diatas , maka tujuan observasi ini adalah :
1. Untuk mengetahui proses pembelajaran yang dilakukan.
2. Untuk mengetahui masalah yang timbul dalam proses pembelajaran.
3. Untuk mengetahui metode pembelajaran yang digunakan dan dikaitkan dengan teori belajar yang ada dalam proses pembelajaran
BAB II
HASIL OBSERVASI
2.1 Gambaran Objek Observasi
1. Identitas Narasumber
Nama Lengkap : Dyah Prabaningrum, S.S., M.Hum.
Pendidikan Terakhir : Strata 2 (S-2)
Email : dyahprabaningrum@mail.unnes.ac.id
2. Pelaksanaan Observasi
Tempat : Rombel 104 Universitas Negeri Semarang
Jumlah Peserta didik : 20 orang
Tanggal : 19 Mei 2017
Waktu : 09.00 – 10.40 WIB
Materi : Daftar Pustaka Pada Penulisan Karya Ilmiah
2.2 Proses Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Rombel 104 Universitas Negeri Semarang
Universitas Negeri Semarang atau yang biasa di sebut Unnes merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan visi dan misi. Unnes juga ingin menjadikan setiap lulusannya mempunyai kemampuan dalam bahasa Indonesia yang nantinya sebagai bekal dalam menjalani profesi kependidikannya. Oleh karena itu dalam mata kuliah di unnes terbagi menjadi matakuliah program studi dan mata kuliah umum. Salah satu, mata kuliah umum yang ada di Unnes adalah Bahasa Indonesia yang merupakan mata kuliah bagi mahasiswa strata satu kependidikan. Pada observasi yang dilakukan terdapat beberapa Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru, yaitu:
a. Kegiatan Awal (20 Menit)
• Berdoa
Sebelum perkuliahan dimulai, dosen memimpin untuk melakukan doa bersama.
• Motivasi
Setelah berdoa, dosen memberikan motivasi melalu cerita pendek mengenai pengalaman dosen sendiri dan terkadang kisah dari beberapa tokoh. Sehingga mahasiswa dapat memetik pesan positif dalam cerita tersebut untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
• Persiapan Pembelajaran
Dosen mempersilahkan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan buku dan peralatan lainnya yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
b. Kegiatan Inti (60 Menit)
• Presentasi oleh mahasiswa
Setelah melampaui beberapa kegiatan pembuka maka dilanjutkan dengan kegiatan inti materi pembelajaran, mahasiswa mendapat tugas membuat makalah terkait dengan materi dan paparan untuk di paparkan pada jadwal yang telah ditentukan. Pada saat penulis melakukan observasi, materi yang dipaparkan adalah daftar pustaka pada penulisan karya ilmiah.
• Diskusi
Pemamaparan materi yang telah dilakukan kemudian diakhiri dengan sesi diskusi yang mana pemateri memperislahkan mahasiswa lainnya untuk menanyakan materi yang belum dipahami. Dari itu ada beberapa mahasiswa yang memberanikan diri untuk bertanya. Setelah ada pertanyaan, pemateri kemudian berdiskusi dengan kelompok untuk mempersiapkan jawaban. Ketika pemateri telah memberi jawaban dan dirasa kurang, maka moderator mempersilahkan kepada mahasiswa untuk menambahkan pengetahuan berupa jawaban yang sesuai dengan pertanyaan.
• Penjelasan materi dari dosen
Setelah semua pertanyaan terjawab oleh pemateri, kemudian dosen member feedback kepada mahasiswa mengenai presentasi baik kekurangan dan kelebihannya. Setelah member kritik dan saran, dosen kemudian mengulas kembali pertanyaan dan jawaban saat presentasi.
c. Kegiatan Akhir (5 menit)
• Input Presensi
Sebelum kuliah diakhiri, dosen menginput absen mahasiswa, dan apabila yang pada saat kuliah mulai ada mahasiswa yang telat lebih dari 15 menit, maka mahasiswa tersebut absennya dianggap tidak masuk. Tetapi dosen akan lebih menghargai yang tetap masuk daripada yang tidak masuk karena terlambat.
• Harapan dan doa
Sebelum perkuliahan diakhiri dosen memberikan harapan capaian belajar pada hari itu.
2.3 Hambatan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia Rombel 104 Universitas Negeri Semarang
Hambatan merupakan suatu hal yang dapat menganggu proses pembelajaran apabila tidak bisa ditangani. Dalam observasi yang dilakukan ditemui beberapa hambatan dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut.
a. Peserta didik atau mahasiswa masih ada yang datang tidak tepat waktu sehingga ini mengakibatkan kurang maksimalnya dalam proses penerimaan materi presentasi
b. Kurangnya Penguasaan pemateri yang di explore oleh mahasiswa karena masih berpanduan penuh pada buku ajar.
c. Beberapa mahasiswa memilih tidak masuk dan mengikuti kelas karena presentasi tidak diinputkann.
2.4 Hasil Penelitian Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Rombel 104 Universtas Negeri Semarang
Berdasarkan pada hasil observasi yang telah dilakukan kegiatan pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia di rombel 104 Universitas Negeri Semarang adalah ceramah dan presentasi dan diskusi yang dilakukan oleh peserta didik dan dosen. Namun, saat perkuliahan dimulai dosen tidak mengawali langsung dengan materi yang akan disampaikan namun dosen memberi motivasi dengan menontonkan film pendek yang bisa diambil hikmahya sehingga dapat memberi semangat kepada peserta didik. Apabila dikaitkan antara metode yang diterapkan dengan teori belajar dalam proses pembelajaran maka banyak sekali teori yang berkaitan,karena ada beberapa hal yang dikombinasikan seperti teori kognitif, behavioristik, humanistik dan sebagainya.
Teori kognitif, seperti yang kita ketahui bahwa teori kognitif berkaitan dengan kecerdasan dan cara berfikir, maka setiap pembelajaranpun akan menerapkan teori tersebut. Pembelajaran Bahasa Indonesia menuntut siswa agar menguasai materi yang akan dipaparkan sehingga kecerdasan pada tiap invdividu disini memang ditekankan supaya pemateri dapat menjelaskan materi dengan baik dan benar. Salah satu teorinya adalah teori Brunner yang mana cara penyajian materi merupakan pokok yang perlu diintegrasikan. Dalam pembelajaran, pemateri berusaha menyajikan dengan berbagai metode, seperti simbolik pada paparan presentasi. Selain itu Teori Piaget juga diterapkan, seperti belajar aktif yang dilakukan dengan cara tanya jawab dan diskusi.
Teori humanstik, beberapa tokoh teori humanstik adalah Abraham Maslow dan Carl Rogers yang mana pada prinsip belajar peserta didik mempelajari apa yang ingin mereka ketahui. Mahasiswa mencari informasi materi yang akan dipaparkan sehingga mereka tahu materi apa saja yang perlu di siapkan. Selain itu, evaluasi merupakan penting bagi proses belajar, dengan memberikan waktu diskusi ini berarti pemateri telah mengevaluasi bahwa apabila ada jawaban yang tidak tepat maka memberi kesempatan pada yang lain untuk berpendapat. Dalam teori humansitik perasaan adalah hal yang penting, dimana belajar akan terjadi apabila peserta ddidik tidak merasakan adanya ancaman, dalam observasi, dosen telah berupaya memberikan rasa nyaman dengan memberikan motivasi, ini adalah wujud relaksasi kepada mahasiswa.
Teori behavioristik merupakan teori yang berpandagan belajar adalah proses perubahan perilaku, baik perilaku yang nampak maupun tidak. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ini menggunakan teori Guthrie untuk memberi punishment kepada mahasiswa yang terlambat lebih dari 15 menit juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan
Berdasarkan pada hasil observasi dapat disimpulkan bahwa, proses pembelajaran mata kuliah bahasa Indonesia di rombel 104 telah menggunakaan beberapa metode pembelajaran yang berkaitan teori belajar seperti teori kognitif yang mengutamakan kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi. Teori behavioristik, dimana adanya pemberian punishment , teori humansitik yang mana dosen memberikan rasa nyaman kepada mahasiwa berupa motivasi dari cerita pendek.
3.2. Saran
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan efisien hendaknya dalam proses pembelajaran dosen menerapkan variasi metode pembelajaran yang berakitan dengan teori belajar.

Komentar
Posting Komentar